This Is My World

This is Destarius Blog_everyone can read all of thing in this blog_Don't forget to Give me comments for everything about this blog_Thank You ^-^

Animations - smiley-13

Destarius Profile

Foto saya
Pamekasan On Madura Island, East Java, Indonesia
Blog ini dapat dibaca oleh siapapun_berisi tentang apapun yang ada di pikiran seorang Destarius_berisi tentang apapun yang ada di dalam hati seorang Destarius_ Destarius orangnya_susah dijabarkan_kebanyakan org menilai destarius hanya sekilas saja_dia baik & bersahabat_tak suka dicuekin_Pretend_spoiled human_& others_saat-saat dimana Destarius menjadi sangat menyebalkan dimana Destarius sangat memaksa keinginannya untuk dikabulkan_Destarius badmood dan marah_tapee yang pasti Destarius friendly_asalkan kau sekalian sudah mengenalnya dengan baik_hohohohoho..............

Destarius Files

Animations - book-09

KONSULTASI


Mencegah Gagal Ginjal


Diasuh oleh Tim Dokter RS Mediros


Tanggal 30 April hari Sabtu yang lalu RS Mediros menyelenggarakan Ceramah Kesehatan rutin untuk masyarakat umum dengan judul Cegah Gagal Ginjal. Peminat ceramah cukup banyak, dihadiri sekitar 60 peserta (pada kapasitas ruangan biasa sekitar 50 orang). Cukup besar perhatian dari para peserta tampak melalui banyaknya pertanyaan, sehingga berikut ini dirasakan perlu menyampaikan intisari ceramah tersebut.


Judul ceramah ”Cegah Gagal Ginjal, Pencegahan dan Penanggulangannya”, ditujukan bagi masyarakat umum dengan penekanan ceramah pada pencegahan, tetapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah mendeteksi /menemukan lebih dini/sedini mungkin penyakit ginjal. Pada bagian pertama ceramah tersebut kami menggarisbawahi suatu ungkapan: ”Health is not everything, but without it everything is nothing”, bila tidak memiliki kondisi sehat, maka dari kacamata penderita dunia sekeliling seakan-akan tampak suram. Penyakit ginjal banyak yang dapat bersifat kronis, karenanya lebih baik menemukan secara dini dan mengatasinya sehingga tidak menjadi berkepanjangan yang menimbulkan kerugian yang besar.


Anatomi. Dijelaskan tentang ginjal yang berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan. Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler, bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter, kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra.


Fungsi ginjal. Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah ”menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari. Sebagai resume, fungsi ginjal adalah sbb: 1.Bertugas sebagai sistem filter/saringan, membuang ”sampah”. 2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh. 3. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah. 4. Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah. 5.Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.


Penyebab Penyakit Ginjal. 1. Penyakit Umum/Sistemik: Kencing Manis = Diabetes Mellitus, Hipertensi, Cholesterol tinggi – Dyslipidemia, SLE: Penyakit Lupus, Penyakit Kekebalan Tubuh lain, Asam urat tinggi – Hyperuricemia – Gout, Infeksi di badan: Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, Amiloidosis, Kehilangan carian banyak yang mendadak: muntaber, perdarahan, luka bakar. Hal-hal tersebut di atas dapat berakibat gangguan/penyakit pada ginjal. 2. Penyakit lokal pada ginjal: Penyakit pada Saringan (Glomerulus) – Glomerulonephritis, Infeksi: kuman – Pyelonephrits, Ureteritis, Batu: Bakat/ turunan, kelainan proses di ginjal – Nephrolithiasis, Kista: di ginjal – Polcystic Kidney, Trauma: benturan, terpukul, Keganasan – Kanker – Malignancy, Sumbatan: batu, tumor, penyempitan/striktur.


Kumpulan Gejala. Terdapat bermacam-macam penyakit ginjal, sehingga pasien datang ke dokter juga dengan macam-macam gejala. Berikut ini kemungkinan datangnya seorang pasien dengan kumpulan gejala /sindrom penyakit ginjal sebagai berikut: 1. Gagal Ginjal Akut: gangguan ginjal mendadak, fungsi ginjal ”anjlok”, tidak keluar urin. 2.Nefritis akut: penyakit mendadak pada saringan ginjal (glomerulus), muka, tungkai bengkak, ditemukan protein & darah di urin. 3.Gagal Ginjal Kronik: gangguan kronis/ menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun. Keluhan & gejala a.l.: lemas, nafsu makan, mual, pucat, kencing sedikit, sesak napas. 4. Sindrom Nefrotik: gangguan pada saringan ginjal, terjadi kebocoran hebat protein dari darah melalui glomerulus/ saringan ke urin, terdapat bengkak muka – kaki – perut, cholesterol naik. 5. Infeksi Saluran Kemih: infeksi di ginjal – saluran kemih lainnya, bisa akut bisa kronis. Sakit pinggang, demam, kencing sakit, bisa hanya pegal pinggang. 6. Gangguan pada Tubulus ginjal. 7. Hipertensi: umumnya tanpa gejala. 8. Batu ginjal/Saluran Kemih: nyeri hebat kolik, darah di urin. 9. Obstruksi Saluran Kemih: saluran kemih terbendung oleh tumor, striktur / penyempitan. 10.Gangguan ginjal: tetapi bisa tanpa gejala (asymptomatik).


Jadi bila mencurigai ada gangguan/penyakit ginjal, disarankan lakukan pemeriksaan yang paling sederhana yaitu memeriksakan Urin Lengkap di laboratorium sebagai data/fakta awal untuk proses selanjutnya menemukan adanya penyakit ginjal.


Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan pada dua golongan: Akut dan Kronis. I. Akut: Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri. II. Kronis: Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.


Penanganan pasien. Penanganan pasien dengan penyakit ginjal biasanya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Periksa-Diagnosa: Pengenalan dini Gagal Ginjal (GG). 2. Kontrol: Monitoring progresivitas GG. 3. Penyebab: Deteksi dan lakukan koreksi terhadap penyebab GG yang reversible, yang masih bisa disembuhkan. 4. Perlambat: Melakukan intervensi pengobatan/tindakan untuk memperlambat progresivitas GG. 5. Ginjal Sensitif: Hindari kerusakan tambahan pada ginjal: obat/jamu yang toksik terhadap ginjal, obati infeksi yang ada, atasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber. 6. Obati Komplikasi: Berikan terapi terhadap komplikasi GG. 7. Terapi Pengganti: Rencanakan Terapi Pengganti Ginjal.


Pencegahan penyakit ginjal. Prinsip-prinsip pencegahan penyakit ginjal adalah sebagai berikut:


I. Pada orang dengan Ginjal Normal : A. Pada Individu berisiko: yaitu ada keluarga yang 1. Berpenyakit ginjal turunan seperti: Batu Ginjal, Ginjal Polikistik, atau 2. Berpenyakit umum: Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dislipidemia (Cholesterol tinggi), Obesitas, Gout. Pada kelompok ini ikuti pedoman yang khusus untuk menghindari penyakit tersebut di atas, sekali-sekali kontrol/periksa ke dokter/labratorium. B. Individu yang tanpa risiko: Hidup sehat, Pahami tanda-tanda sakit ginjal: BAK terganggu / tidak normal, Nyeri pinggang, Bengkak mata / kaki, Infeksi di luar ginjal: leher/tenggorokan, Berobat/kontrol untuk menghindari: fase kronik /berkepanjangan.

II. Pada orang dengan Ginjal terganggu ringan /sedang: Hati-hati: obat rematik, antibiotika tertentu, Infeksi: obati segera, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik
III. Ginjal terganggu berat / terminal: Terapi Pengganti Ginjal (Renal Replacement Treatment)

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro (Konsultan Ginjal-Hipertensi RS Mediros)


Pengetahuan mengenai Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis


Letak organ ginjal manusia yang besarnya kira-kira sekepal tangan itu berada di tengah-tengah rongga badan bagian belakang, kebetulan berada di bawah rongga dada. Fungsi ginjal terutama ialah memproses sekitar 200 liter darah setiap hari, memungkinkan banyak sampah atau kotoran yang dihasilkan dalam proses metabolisme tubuh dapat terbuang ke luar melalui air kemih. Setiap orang kira-kira membuang air kemih 2 liter perhari. Fungsi lain ginjal ialah mengatur air dan elektrolit dalam tubuh, membersihkan obat-obatan dan toksin dalam tubuh, mengatur tekanan darah, mengeluarkan hormon dan menguatkan tulang-tulang badan.


Apakah yang dinamakan penyakit ginjal kronis?


Penyakit ginjal kronis adalah seretetan sindrom klinis yang terjadi karena fungsi ginjal mengalami gangguan. Kalau penyakit ginjal memburuk, sampah atau kotoran dalam tubuh akan tertimbun atau mengendap dalam taraf sangat tinggi dalam darah, sehingga orang akan merasa tidak enak badan, dan muncul komplikasi seperti tekanan darah tinggi, anemia, penyakit pembuluh darah jantung, osteoporosis tulang, malagizi, gangguan pada saraf dan lain sebagainya. Masalah-masalah tersebut mungkin akan muncul secara pelahan-lahan dalam waktu yang cukup panjang. Kalau penyakit itu memburuk, pada akhirnya akan mengakibatkan prostrasi ginjal atau gagal ginjal, sehingga perlu menjalani dialisis atau pencucian darah bahkan pencangkokan ginjal untuk dapat hidup.


Penyebab penyakit ginjal kronis


Glomerululonephritis atau radang ginjal glomerulus. Ini merupakan semacam penyakit radang dan kerusakan pada filtrasi ginjal.


Penyakit kencing manis. Penyakit tersebut dapat merusak banyak organ dalam tubuh termasuk ginjal, jantung, pembuluh darah, saraf dan mata.


Penyakit tekanan darah tinggi. Penyakit tersebut kalau tidak dikontrol atau terkontrol dengan baik juga akan memicu penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal. Sebaliknya, penyakit ginjal kronis juga akan memicu penyakit tekanan darah tinggi.


Penyakit keturunan. Misalnya polycystic ginjal, dapat membentuk banyak kista besar dalam ginjal, yang pada akhirnya merusak organ ginjal.


Cacat bawaan. Misalnya penyempitan saluran kemih bayi yang dapat menghambat pengaliran wajar air kemih, sehingga terjadi pengaliran balik air kemih ke ginjal dan memicu infeksi atau gangguan ginjal.


Lupus serta penyakit lainnya yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.


Penyumbatan saluran kemih. Gejala ini kebanyakan diakibatkan karena batu ginjal, tumor atau pembengkakan prostat.


Infeksi pada sistem saluran kemih. Yang dimaksud adalah infeksi pada sistem saluran kemih yang terjadi berulang-ulang.


Gejala-gejala penyakit ginjal.


Tidak bersemangat dan selalu merasa lemas, perhatian menurun, nafsu makan berkurang, gangguan tidur seperti insomnia, kejang atau kram pada malam hari, bengkak pada bagian kaki dan tumit, sekitar mata bengkak, khususnya pada pagi hari. Kulit kering dan sering merasa gatal-gatal. Banyak kencing atau beser, lebih-lebih di malam hari.


Kelompok orang yang mudah terserang penyakit ginjal kronis


Suatu survei menunjukkan, ras yang relatif mudah mengidap penyakit kencing manis atau tekanan darah tinggi, antara lain warga Amerika Serikat keturunan Afrika atau Spanyol, orang Indian di benua Amerika, orang Asia dan penduduk di kepulauan Pasifik mudah terserang penyakit ginjal kronis. Dan mereka yang berasal dari keluarga pengidap penyakit ginjal kronis, penderita penyakit kencing manis, penderita tekanan darah tinggi dan orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas.


Pemeriksaan Yang Perlu Dilakukan .


Mereka yang rawan penyakit ginjal kronis perlu periksa ke dokter secara rutin untuk mengetahui secara detail keadaan kesehatannya. Misalnya pemeriksaan protein dalam air kencing, kalau hasilnya ternyata dua kali positif dalam pemeriksaan selama beberapa pekan, ini menunjukkan bahwa orang itu telah mengidap penyakit ginjal kronis. Karena ketika organ ginjal mengalami perusakan, protein akan masuk ke air kemih, dan merupakan pertanda dini terusaknya organ ginjal.


Pemeriksaan creatinine darah, creatinine berasal dari sampah yang dihasilkan oleh kegiatan otot yang normal. Kalau seseroang mengalami gangguan ginjal, akan sulit membuang creatinine darah, sehingga akan mengendap dalam jumlah besar dalam darah. Berdasarkan taraf creatinine darah dokter dapat mengetahui fungsi ginjal penderita.


Periksa creatinine air kencing. Dari pemeriksaan itu dapat mengetahui kekentalan air kemih penderita.


Analisa air kemih. Untuk mendeteksi apakah terdapat darah, protein, nanah, gula atau kuman .


Pemeriksaan mikroalbumin dalam air kencing. Cara deteksi ini cukup sensitif.


Pemeriksaan rasio protein dan creatinine. Pemeriksaan ini dapat mengetahui jumlah pembuangan protein dalam air kemih selama 24 jam, tanpa harus mengumpulkan sampel air kemih selama 24 jam.


Untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan menetapkan rencana pengobatannya, kadang masih diperlukan mengadakan pemeriksaan sebagai berikut.


Glomerular filtration rate (GFR) atau jumlah air kencing yang difiltrasi ginjal per-jamnya. Cara ini dapat membantu dokter memastikan stadium penyakit ginjal penderita, dan merupakan cara terbaik untuk menilai fungsi ginjal.


Pemeriksaan ultrasonik atau CT. Melalui pemeriksaan itu, dokter dapat melihat gambar ginjal dan saluran kemih penderita. Dapat terlihat jelas besar kecilnya ginjal penderita, terjadi atau tidak penyumbatan seperti ginjal batu atau tumor, ada tidak kelainan struktur ginjal atau saluran kemih.


Biopsi ginjal. Dalam keadaan tertentu perlu diadakan pemeriksaan itu untuk mengamati strukturnya lewat mikroskop.


Langkah pengobatan yang harus diambil.


Bagi penderita penyakit kencing manis dan tekanan darah tinggi harus berobat dengan sungguh-sungguh menurut nasehat dokter.


Mengurangi bobot badan berkelebihan lewat diet sehat dan olahraga yang teratur.


Hindari minum obat pelerai nyeri dalam jumlah besar.


Mengubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik seperti merokok, juga perlu membatasi penyerapan garam, arak dan protein.


Bagi mereka yang terluka ginjalnya haruslah rajin berobat, seperti penyakit kencing manis, tekanan darah tinggi, lemah darah tinggi dan sejumlah komplikasi penyakit ginjal, antara lain anemia dan penyakit tulang.


Pengobatan penyakit ginjal parah.


Penyakit ginjal yang tidak terdiagnosa tepat waktu atau tidak diobati secara intensif akan berkembang menjadi penyakit ginjal kronis yang pada akhirnya akan memicu gagal ginjal. Dalam pengobatan lebih banyak diambil cara cuci darah atau cuci peritoneum atau selaput perut. Kalau cara-cara pengobatan itu tidak berhasil, dapat mencoba menerima operasi pencangkokan ginjal. Dan setelah pencangkokan itu berhasil, penderita masih perlu setiap hari minum obat anti reaksi penolakan, untuk mencegah terjadinya reaksi tersebut.

0 comments..........:

Destarius Music

Destarius Video Part I